Selasa, 30 September 2008

SOEKARNO HIDUP DI DALAM ALAM KESADARAN SEJARAH: DEMIKIAN THEYS HIYO ELUAY HIDUP DI DALAM ALAM KESADARAN SEJARAH

Soekarno pernah berkata jangan pernah melupakan sejarah.
Orang tua-tua di Papua terutama Theys Hiyo Eluay juga pernah berkata kepada saya, jangan melupakan sejarahmu.
Saya ingin mengatakan kepada kita semua bahwa, saya setuju dengan pendapat bungkarno, presiden pertama negara Republik Indonesia.
Saya juga setuju dengan pendapat tua-tua di tanah Papua.
Saya mengajak mari, hai generasi mudah Papua, marilah kita hidup
di dalam alam kesadaran sejarah.

Sejarah dapat mengajarkan kepada kita tentang masa lalu, untuk menatap masa kini dan menentukan masa depan pribadi, masa depan bangsa dan mempertahankan sesuatu yang sangat berharga di dunia.

By. Pares L.Wenda

HIDUP DI DALAM ALAM KESADARAN SEJARAH: PENGERTIAN YOMANAK

By.Pares L.Wenda

Dalam tradisi dan budaya orang Lani, seorang mama sangat dihargai. Hal itu terbukti dari setiap anak yang lahir dari keluarga suku Lani, jarang menyebut nama kecil atau marganya. Tetapi selalu memanggil atau disapah seperti Yomanak, Kogoyanak, Owaganak, Anggenak, Tabenak, Wendanak, dsb.

Yomanak artinya anak yang mamanya berasal dari ibu yang bermarga Yoman. Nama ini mengandung makna yang sangat dalam. Maksudnya adalah Yomanak selain menghormati jasa mama yanng telah melahirkan anak tersebut, yomanak juga merupakan gelar secara alami yang diberikan oleh pihak keluarga kepada setiap anak di pedalaman Papua khususnya suku Lani. Karena itu tidak heran ketika setiap anak dari suku ini menyadang nama depan seperti Yomanak, Kogoyanak, Wanimbonak, Kombanak, Tabenak, Owaganak, Wendanak yang semuanya mengandung makna sama seperti yang telah dijelaskan di atas.

Diera moderenisasi seperti sekarang ini, sepertinya orang Lani mulai risih menggunakan istilah-istilah tradisional seperti ini. Hal itu menandahkan bahwa mereka sudah mulai kehilangan identitas dan jatih diri mereka sebagai sebuah bangsa yang bermartabat dan mempunyai tata krama yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka secara turun temurun. Karena panggilan seperti yomanak adalah panggilan yang sangat sopan.

Seperti halnya ketika kita menemui orang Bali misalnya nama depan mereka pasti disebut Made, Nyoman, Putu, Ngede dan lain-lain. Hal itu menunjukan urutan kelahiran dari setiap anak-anak dari turunan orang Bali. Demikian halnya dengan orang Sulawesi Selatan mengunakan La-Ode, La dua, La-damai yang mempunyai pengertian yang berbeda dengan orang Lani maupun orang Bali, dsb. Lebih kental lagi seperti orang China, Korea dan Jepang kita akan dengan muda mengetahui apakah dia orang Cina, Jepang atau Korea hanya dengan nama.

Mungkin kebanyakan kita di Papua sangat dipengaruhi oleh budaya kekristena sehingga semua yang berbau budaya dianggap dosa. Saya secara pribadi mengutuk pendangan seperti itu. Sebab ada hal-hal yang baik dari budaya kita yang merupakan kekayaan bangsa yang sangat penting untuk dipertahankan. Satu contoh seorang pemimpin besar yang disebut Dumma. Dumma adalah seorang pemimpin, pembicara, penyelamat rakyat, pembicara ekonomi, hal ini belum kita angkat tetapi dalam sejarah baru pertama kali Pdt. Socratez Sofyan Yoman, MA diberi gelar Dumma.(lihat:www.suarabaptis.blogspot.com AND www.yomanak.blogspot.com) Gelar ini memang tidak sembarang orang menyadangnya. Mengapa? Karena di dalamnya terkandung nilai kepemimpinan dan nilai tanggungjawab moral kepada rakyat. Sehingga jikalau masyarakat pedalaman ketika memberikan gelar Dumma kepada Pdt. Yoman, itu merupakan suatu proses seleksi yang sangat ketat dan alami. Karena setiap orang yang mendapatkan gelar itu, ia harus menunjukan prestasi yang luar biasa di masyarakat dan mendapat pengakuan dari sukunya sendiri atau suku tentangganya.

Dari tulisan ini pesan yang saya mau sampaikan agar setiap anak Lani menggunakan nama seperti Yomanak secara resmi dalam panggilan maupun surat-surat berharga. Misalnya pada IJAZAH. Seperti saya misalnya nama saya Pares L.Wenda tetapi saya sebenarnya harus di panggil Yomanak Pares L.Wenda. Yomanak nama alami yang dipanggil sehari-hari.Wendanak Willius Kogoya, Tabenak Kiloner Wenda, Kogoyanak Turius Wenda, Wendanak Paulus Kogoya, Anggenak Ester Kogoya, Girenak Budi Wenda, dsb.

Lalu bagaimana orang Lani yang menikah dengan perempuan dari suku lain di Papua atau dari luar Papua. Misalnya seorang Wewo Yoman yang adalah anak Lani yang menikah dengan seorang perempuan dari suku lain di Papua yang bermarga Rumbiak, atau Wanggai, Sallosa, Tawaru, Tebay, Anal, Gebze. Hal ini sangat muda saja. Anak mereka diberi nama depan Ribiakanak Victor Yoman, Sallosanak Yesaya Kogoya, Gebzeanak Sila Togodly. Tebayanak Miligwe Wenda.

Lalu demikian halnya dengan orang Lani yang kawin dengan perempuan Batak yang bermarga Silitonga, Purba. Tinggal memanggil nama Purbanak Rosina Tabuni. Yang paling susa mungkin orang Lani yang kawin dengan perempuan Jawa. Tetapi mungkin kita bisa ambila nama depan dari ibunya. Misalkan seorang ibu bernama Wati, ketika seorang anak lahir kita memanggil Watianak Petrus Yigibalom. Lalu bagaimana jika perempuan Lani yang kawin dengan orang luar dari suku Lani, kemudian mereka punya anak, nama apa yang diberikan. Dalam konteks ini orang Lani menganut garis keturunan diperhitung dari seorang Bapa. Maka secara otomatis wanita tersebut mengikuti seluruh tradisi dan budaya dari suaminya.

*************************************.

Senin, 29 September 2008

DALAM KESADARAN SEJARAH: ORANG LANI BERFILOSOFI

FILOSOFI ORANG LANI.

Setiap orang hendaknya bekerja dan mengembangkan dirinya.
Lambat atau cepat, seseorang akan menanjak ke puncak impiannya.
Pada waktunya Tuhan akan mengangkat sesorang menjadi pemimpin.
Dan namanya akan dikenang sepanjang sejarah, dalam bidang yang digelutinya.

By. W.L.Wenda

DUMMA PEMBAWA KEADILAN DAN PERDAMAIAN BAGI PAPUA: DI DALAM ALAM KESADARAN SEJARAH BANGSA PAPUA BARAT

28 September, 2008

Jayapura, Papua Times.
Masyarakat asli papua hingga kini belum merasakan keadilan dan perdamaian diatas kelahirannya, berbagai gejolak dan konflik sering kali terjadi diatas tanah papua, tak luput melahirkan seorang sosok atau figur yang tampil sebagai pembela rakyat papua.

Kalau sebelumnya masyarakat papua tidak asing lagi nama almarhum Theys Hijo Eluay, yang dibunuh karena perjuangan harkat dan martabat orang asli papua. kini muncul seorang pembela kaum tak bersuara dialah DUMMA SOCRATEZ SOFYAN YOMAN.

Dumma Socratez Sofyan Yoman yang kesehariannya juga menjabat sebagai Ketua Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (BPP-PGBP) ini, telah mendapat kehormatan menyadang gelar DUMMA. Gelar duma ini khusus diberikan kepada seorang yang selalu menyuarakan kepentingan rakyat tertindas, melindungi, serta memiliki kepeduliantinggi terhadap rakyat papua.

Kepada wartawan, minggu (28/9) sore bertempat dikomleks Sekolah Thelogia Baptis dikota raja, Dumma Socratez Sofyan Yoman, menyelaskan Gelar duma yang kini dipakainya merupakan suatu anugerah serta merupakan kehormatan tertinggi,"Gelar ini merupakan simbol perdamaian dipapua, tutur Dumma Soctarez Sofyan Yoman penuh berwibawa.

Penobatan gelar Dumma kepada Socratezofyan Yoman dilaksanakan pada tanggal, 19 september 2008 bertempat digedung gereja Baptis Bahtrera Wamena kabupaten jayawijaya. Gelar ini diberikan secara langsung oleh Tua-Tua adat yang merupakan selaku sejarahgereja baptsi se-papu, para pahlawan-pahlawan injil.
Saya datang dari orang yang tertindas dan siap menolong sdan bekerja buat seorang yang tertindas. Dumaa Socratez Sofyan Yoman serius.
Sebagai seorang dumma, Socratez Sofyan Yoamn siap menyuarakan kaum yang tak bersuara dan siap memperjuangkan perdamaian dan keadilan seluruh masyarakat papua diatas tanah yang telah diberkati ini.
Intinya Sofyan Yoman mengatakan bahwa Gelar dumma disandangkannya selevel dengan nobel perdamaian yang selama ini diberikan kepada seorang diatas muka bumi ini yang atas jasa-jasanya, dan sepakterjangnya telah menolong dan membela kaum tertindas dan terbelakang.

Sebagai seorang dumma dirinya akan memproteksi, melindungi masyarakat asli papua agar mendapat keadilan, perdamaian, pendidikan yang layak, kesehatan dan sosial ekonomi yang layak pula.
Tak lupa socratez yang pernah menjabat Sekum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua sejak tahun 1998 hingga 2002 itu siap mengemban misi mulia lewat gelar dumma yang telah disandangnya. ini menjadi salah satu penghargaan dan penghormatan dari masyarakat papua yang hidup wilayah penggunungan tengah papua. Demikian Dumaa Socratez Sofyan Yoman.

Senin, 22 September 2008

HIDUP DALAM KESADARAN SEJARAH di dalam KEHIDUPAN BERPUISI

P U I S I

TIDAK ADA YANG ABADI

By. Pares L.Wenda; Tanggal,5/12/07

Saya merenung…!

Saya makan satu kali

Untuk selamanya

Namun saya sadar

Saya lapar lagi.

Saya merenung…!

Saya sudah besar satu kali,

Untuk selamanya

Namun saya pun sadar

Saya sedang menuju hari tua.

Saya merenung…!

Saya hidup satu kali,

Untuk selamanya.

Namun saya sadar,

Saya sedang menunggu

Hari kematian.

Saya merenung…!

Saya tetap berjajah dipuncak,

Namun saya sadar,

Ada waktunya,

Saya turun dari puncak,

Singasana…!

Ada waktu, untuk naik,

Ada waktu, untuk turun,

Tidak ada yang abadi.

Jangan kita ambisi dan ambisius.

Hanya Tuhan yang tahu dan Tuhan pula yang menentukan,

Engkau atau aku, yang menjadi pemimpin.

HIDUP DALAM KESADARAN SEJARAH DI DALAM DOA KEPADA TUHAN

DOA SEORANG ANAK SULUNG BAPTIS PAPUA

Drs. Wellington L.Wenda, M.Si

Jayapura 20 Agustus 2007

Ya Tuhan terpujilah NamaMu…!

Dimuliakanlah NamaMu….!

Engkaulah yang layak dipuji dan disembah…!

Tuhan ketika Engkau menciptakan langit dan bumi,

Engkau juga menciptakan manusia seturut gambaran dan rupaMu,

Mereka diciptakan laki-laki dan perempuan,

Namun ketika mereka jatuh ke dalam dosa,

mereka di usir dari taman Eden.

Setelah itu mereka berkembang

Manusia itu memenuhi seluruh bumi menurut suku bangsa mereka,

adat istiadat mereka, bahasa mereka masing-masing.

Engkau juga menciptakan tanah kami, tanah Papua,

Di dalamnya Engkau menciptakan orang Papua yang hidup menurut suku dan bahasa mereka masing-masing.

Ditengah-tengah tanah ini, Engkau menempatkan orang Lani sesuai dengan tradisi dan adat kami. Dalam tradisi dan adat kami itu,

Engkau mengelompokan orang Lani, hidup dan berkarya dalam konfederasi-konfederasi. Ada konfederasi Wenda Kogoya, ada konfederasi Yikwa Kogoya, ada Konfederaasi Wenda Wanimbo, ada Konfederasi Yoman Wenda dan lain sebagainya.

Dan hamba ini Engkau tempatkan aku dan dilahirkan dalam keluarga Yoman Wenda. Dalam melakukan segala sesuatu mereka harus bermusyawarah dan mufakat kemudian bertindak.

Ditengah-tengah keluarga seperti ini,

Engkau datang menyangkau kami untuk menjadi pengikutmu.

Dan kami melayani Engkau sesuai dengan tugas dan pelayanan kami. Engkau telah mempercayai hambamu menjadi Pejabat pada masa ini. Engkau menetapkan wendanak menjadi Ketua BPP-PGBP walau dia masih muda, dia adalah adik saya, namun oleh karena Tuntutan Tuhan Dia telah menjadi Ketua Umum BPP-PGBP.

Tuhan lindungi dia, pelihara dia, jaga dia, bentengi dia, pagari dia melalui kuat KuasaMu dari bahaya maut sekalipun.

Sedangkan hambamu ini, sulit menghadapi orang-orang yang menganggap diri mereka lebih rohani, lebih suci, lebih baik, tidak pernah berbuat dosa, namun sebenarnya ketika mereka sedang berpadangan, bersikap, berbicara demikian sesungguhnya tampaklah di wajah-wajah mereka kesombongan ROHANI. Iblis telah menghampiri mereka apuni orang-orang seperti mereka dan apunilah kami juga jikalau kami telah berbuat salah, melawan atau pun melanggar kehendak dan titahMu.

HambaMu sebagai anak sulung Baptis,

hamba tidak mau melihat gereja ini pecah,

hambaMu sebagai anak sulung Baptis hamba di cap sebagai orang yang tidak membela kebenaran,

sehingga hambaMu memilih posisi netral tidak mimihak yang satu atau pun lainnya ENGKAU TAHU ITU YA TUHANKU.

Kiranya Tuhan yang menjadi Hakim yang agung, penyelesai masalah yang baik, kiranya Engkau memperhatikan pergumulan kami. Didalam nama Bapa, anak dan Roh Kudus hamba telah berdoa Amin.

Doa diatas disampaikan ketika Ketua Umum BPP-PGBP secara resmi melakukan kunjungan di kediaman Bapak Wellington L.Wenda pada tanggal, 20 Agustus 2007, Jl.Angkasa Indah I No.8. Pada pukul 09.00 – 12.00 WIT.

Kamis, 18 September 2008

HIDUP DALAM ALAM KESADARAN SEJARAH

Shurt Story:
Suatu hari pada tahun 1977. Seorang bapak bernama Lukas Wenda dan kakak perempuannya bernama Yaligwe Wenda. Mereka dari Ilaga datang mengunjungi keluarga mereka di Tiom. Pada waktu sedang terjadi perang perjuangan Papua Merdeka di Pegunungan Tengah melawan tentara Indonesia. Dalam perjalanan pulang di suatu kampung kecil di dekat daerah Kwiyawagi. Seorang Tentara Indonesia memuntahkan peluruh dari senjatahnya, dan membunuh Lukas Wenda. Kakak perempuannya bersama suami dan seorang anak laki-lakinya berjalan mendahului Lukas. Ketika Yaligwe Wenda melihat adik kandungnya telah mati ditembak dan mati tak bernyawa. Yaligwe Wenda mengatakan kepada suaminya, suamiku apa artinya hidupku, kalau saudara kandungku mati tanpa berbuat dosa apapun inilah anakmu laki-laki bawalah dia pergi, lalu Yaligwe datang memeluk mayat adiknya, tak lama satu peluruh menebus dadanya dan mati sektika di atas mayat adiknya.

Rabu, 17 September 2008

Berita dan Press Release


Pemerintah Akan Digugat Soal Penutupan Tempat Ibadah

dalam bentuk peraturan bersama (perber) ditetapkan, tidak mencerminkan semangat kebebasan beragama, multi tafsir, dan menimbulkan konflik.

"Berdasarkan catatan kami, tidak seorang pun pemimpin pemerintahan di Indonesia yang berkuasa tanpa melakukan penutupan tempat ibadah. Mulai dari Presiden Soeharto hingga Gus Dur, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono selalu terjadi praktek penutupan gereja. Ironisnya, justru saat ini ketika pemerintahan dipimpin seorang militer, penutupan tempat ibadah semakin marak," ujar Ketua ELHAM, Posma Radjaguguk ketika berdialog dengan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di gedung DPR, Senayan, Rabu (25/1), Suara Pembaruan memberitakan.

Gugatan kepada pemerintah terkait dengan penutupan tempat ibadah, dapat dilakukan. Secara hukum dapat dilakukan.

Prosedur pengajuan gugatan, di mana satu orang atau lebih yang mewakili kelompok mengajukan gugatan untuk dirinya sendiri dan sekaligus mewakili sekelompok orang yang jumlahnya banyak, yang memiliki kesamaan fakta atau kesamaan dasar hukum antara wakil kelompok dan anggota kelompoknya.

Dengan membiarkan kekerasan terhadap tempat ibadah terjadi, ditambah melahirkan perber yang tetap menimbulkan polemik, sesungguhnya pemerintah telah dapat dikatakan melakukan penyimpangan terhadap konstitusi UUD 1945 dan Pancasila. Ini berarti DPR sudah dapat melakukan impeachment terhadap Presiden Yudhoyono.

"Saya sangat sedih melihat kondisi berbangsa dan bermasyarakat di Indonesia. Orang beribadah dan membangun tempat ibadah selalu saja dikejar-kejar ketakutan akan dibubarkan atau ditertibkan. Di Indonesia orang mau beribadah menjadi sama takutnya dengan datang ke panti pijat, diskotik, tempat judi atau tempat prostitusi karena selalu takut terhadap kekerasan," paparnya.

Sekretaris Fraksi PDI-P, Jacobus Mayongpadang menilai, sudah waktunya persoalan beribadah dan menjalankan keyakinan tidak lagi diatur negara.

Namun, pasal 2 revisi SKB mengatakan, pembinaan kerukunan umat beragama ditujukan untuk membina, membangun dan mewujudkan keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi rasa saling pengertian, menghormati, toleransi dan kerja sama dalam mengamalkan agamanya serta menjaga persatuan, ketertiban dan ketentraman bermasyarakat dalam NKRI.

Selanjutnya, pembinaan dimaksud ditugaskan kepada gubernur, bupati/walikota, dan dibantu kepala kantor wilayah departemen agama setempat.

Para kepala daerah bertugas memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat dalam kehidupan keagamaan dan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang ketentraman dan ketertiban masyarakat dalam kehidupan keagamaan.

"Walaupun norma pembinaan di atas bersifat mengatur (bukan memaksa), akan tetapi pengaturan yang demikian otomatis membawa konsekuensi logis terhadap urusan birokrasi peribadatan yang rumit dan berbelit-belit, walaupun melibatkan apa yang disebut forum kerukunan umat beragama (FKUB). Ini yang tidak pas," katanya

Bab itu, mau menunjukkan kepada publik bahwa kerukunan umat beragama masih sangat tergantung pada peran negara. Kerukunan itu mau dikondisikan bersumber dari atas, bukan dari bawah, sehingga format atau konsep kehidupan yang rukun serta-merta diambil alih oleh pemerintah.

Konsekuensinya, kerukunan menjadi sesuatu yang bernuansa politis karena mesti dikaitkan dengan dalih-dalih stabilitas negara atau gangguan ketertiban masyarakat.

"Politisasi kerukunan umat beragama ke dalam aspek kekuasaan secara mutatis mutandis akan memudahkan agama dijadikan sebagai alat politik kepentingan, termasuk kebiasaan "membisniskan" alat birokrasi yang dibentuk seiring dengan tuntutan pembinaan tadi," paparnya.

Kecurigaan pun muncul, jangan-jangan hidup rukun yang lahir dari kesadaran masyarakat dikondisikan tidak terlalu rukun atau tak terlalu aman biar birokrasi semakin penting dan mahal.

http://www.pii-net.org/news/view.htm?num=44

Surat Terbuka Pdt Petrus Octavianus kepada Presiden Bush


GloriaNet - Yang mulia Presiden Amerika Serikat
Bapak G.W. Bush
di Washington D.C
Amerika Serikat

Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Dengan kasih Kristus saya tulis surat ini dengan banyak pergumulan, karena saya sadar, bahwa tidak mudah bagi saya untuk menyampaikan surat kepada Presiden Amerika Serikat, Presiden negara adikuasa, yang sedang berperan penting di dunia saat ini. Namun demikian melalui surat ini saya memberanikan diri untuk menghadap Bapak Presiden G.W. Bush.

Yang mulia Bapak Presiden G.W. Bush,
Izinkanlah saya memperkenalkan diri sekadarnya: saya seorang penginjil dari Indonesia, yang dengan anugerah Tuhan telah mengunjungi dan melayani Tuhan/menyampaikan firman Tuhan di 76 negara, termasuk Amerika Serikat.

Sekadar untuk Bapak Presiden ketahui bahwa pelayanan saya telah diterima secara luas di Indonesia. Pada tanggal 29 Juni 2000, Presiden Republik Indonesia: Bapak KH Abdurrahman Wahid beserta isteri dan rombongan para pejabat Pemerintah mengunjungi saya sekeluarga di rumah saya di Batu, Jawa Timur. Dalam pidatonya antara lain ia mengatakan: "Saya baru pertama kali ini datang kemari, walaupun sudah lama mendengar apa yang dikerjakan oleh Pak Octavianus. Beliau merupakan contoh dari orang yang berjuang untuk kepentingan sesama melalui agamanya."

Ada tujuh catatan penting dalam hubungan saya dengan Amerika Serikat:

Pertama, bersama Dr Billy Graham, saya telah makan bersama Presiden JE Carter di Atlanta, Georgia (Waktu itu beliau sebagai Gubernur), pada Juni 1973.

Kedua, menghadiri Perayaan 200 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada tanggal 4 Juli 1976 di White House, Washington DC.

Ketiga, pada tahun 1987 saya sempat bersekutu dengan sejumlah pimpinan Pemerintahan Amerika Serikat, eksekutif, dan legislatifdi Washington.

Keempat, tahun 1988 mengikuti acara National Prayer Breakfast (NPB).

Kelima, April 1988 saya kembali ke Amerika Serikat untuk mengikuti Persekutuan dengan sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat, antara lain dengan Bapak Tonny Hall.

Keenam, September 1988 saya kembali ke Amerika Serikat untuk mengikuti ritret dengan sejumlah politisi dan pimpinan pelbagai negara di dunia.

Ketujuh, hampir setiap tahun saya menghadiri NPB. Sejak Presiden R Reagan sampai sekarang mendapat undangan untuk menghadiri NPB, termasuk acara makan bersama dengan Bapak Presiden GW Bush, tetapi karena kesehatan saya terganggu, saya tidak dapat menghadirinya.

Yang mulia Presiden GW Bush,
Saya sungguh bangga karena saya menjadi sahabat Pdt Dr Billy Graham dan dua orang pimpinan yang mengatur penyelenggaraan NPB, ialah Bapak Douglas E Coe dan Bapak Bruce Sundberg. Meskipun saya warga negara Indonesia saya mengasihi Amerika Serikat. Dan anak-anak saya mendapat pendidikan di perguruan tinggi di Amerika Serikat. Oleh karena itu saya menghormati Amerika Serikat: Pemerintahnya, cara hidup di Amerika Serikat, terutama tentang penghargaannya terhadap manusia sebagai manusia, penghargaannya terhadap hak-hak azasi manusia dan demokrasi. Saya melihat Amerika Serikat sebagai "Leading Nation" dalam hak-hak azasi manusia dan demokrasi.

Menurut keyakinan saya, Amerika Serikat saat ini, dipilih Tuhan dan diurapi oleh Tuhan untuk memelihara ketentraman bangsa-bangsa dan negara-negara di dunia. Karena itu saya sadar, bahwa peranan Bapak Presiden GW Bush besar dan penting. Dengan tanggung jawab Presiden yang seberat ini, saya sangat menghormati Bapak Presiden, bahkan saya menyatakan dalam Tuhan Yesus Kristus saya mengasihi Bapak Presiden GW Bush.

Karena saya mengasihi Amerika Serikat dan mengasihi Bapak Presiden GW Bush, maka dengan ini, izinkanlah saya menyampaikan cetusan hati saya:

Menurut hemat saya ada dua kekhawatiran yang melanda seluruh dunia:
Pertama, Ancaman untuk menghancurkan masa depan angkatan muda yang dimulai sejak 1967 dengan munculnya musik Rock and Roll, disusul dengan Narkoba dan AIDS yang ketiganya adalah satu paket.

Kedua, Ancaman Terorisme yang menghancurkan hati nurani manusia sejak tahun 1970.

Tentang hal ini saya melihat Amerika Serikat dipakai Tuhan dalam menegakkan demokrasi dan hak-hak azasi manusia dan berjuang untuk menegakkan hati nurani yang murni.

Dalam hal inilah saya memahami bahwa perang terhadap Irak sebagai usaha untuk memelihara hak-hak azasi manusia dan demokrasi, membawa ketentraman di dunia dan terutama di Timur Tengah. Untuk maksud ini saya sangat hormati, dan mengerti langkah-langkah yang sedang ditempuh Amerika Serikat.

Kendati demikian, izinkanlah saya menyampaikan sisi lain tentang perang terhadap Irak:

Pertama, Untuk melengserkan Presiden Saddam Husein dengan menyerang Irak akan ada korban ribuan orang, ribuan wanita, ribuan janda, dan anak-anak yatim piatu. Bolehkah demi menjatuhkan seorang Saddam Husein begitu banyak nyawa dan harta dikorbankan?

Kedua, Siapa yang bertanggung jawab kepada Tuhan atas orang-orang yang mati tidak berdosa dalam peperangan itu?

Ketiga, Kemungkinan lahirnya konflik yang berkepanjangan antara umat Islam dengan umat Kristen di dunia, karena sebagian umat Islam di dunia memandang peperangan itu sebagai perang antara Islam dan Kristen. Karena mereka memandang Bapak Presiden GW Bush bukan hanya sebagai Presiden Amerika Serikat, tetapi sebagai tokoh Kristen, maka kelanjutan dari konflik ini akan banyak orang menderita akibat pembunuhan dan batas dendam.

Dengan pertimbangan itu, izinkanlah saya menyampaikan usul-usul di bawah ini:

Pertama, Kita serahkan tujuan Bapak Presiden GW Bush yang mulia ini kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan bertindak. Karena pada dasarnya ini adalah peperangan rohani, sesuai dengan Alkitab, ialah peperangan rohani melawan kuasa-kuasa dan penghulu-penghulu di udara (Efesus 6:10-18) bukan melawan Presiden Saddam Husein.

Kedua, Melaksanakan suatu Doa Puasa nasional dan Internasional, yang dilakukan oleh pelbagai bangsa yang cinta damai dan juga usaha dari segi spiritual seperti pernah dilakukan oleh almarhum Presiden Abraham Lincoln, ialah Hari Doa dan Puasa Nasional (Kamis, 30 April 1863) di seluruh Amerika Serikat.

Ketiga, Seperti langkah yang telah diambil oleh almarhum Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pada saat menghadapi ancaman serbuan Jerman dalam Perang Dunia II. Ketika beliau memberikan motivasi tentang pengharapan kepada para menterinya dan seluruh bangsa Inggris. Dan terbukti bahwa Tuhan telah mendengarkan doa mereka.

Menurut keyakinan saya, kalau Bapak Presiden GW Bush mengadakan doa-doa sedemikian Tuhan pasti akan menjawab dan memberikan jalan keluarnya.

Saya percaya kalau Bapak Presiden GW Bush melakukan usul dan saran saya ini, maka seluruh dunia menghormati Bapak Presiden dan bahkan Tuhan akan menghargai keputusan Bapak Presiden GW Bush.

Dengan iman saya yakin Tuhan akan memberkati Bapak dalam mengemban tugas pemerintahan. Bapak Presiden GW Bush akan dikenang sepanjang masa seperti almarhum Presiden Abraham Lincoln.

Sesungguhnyalah bahwa surat ini saya buat dengan penuh pergumulan, kalau salah atau terlambat harap dimaafkan. Doa dan harapan saya kiranya Roh Kudus memimpin dan memberikan hikmat kepada Bapak Presiden G.W. Bush, karena keputusan Bapak Presiden menentukan nasib bagi masa depan banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

Demikianlah permohonan dan pertimbangan saya telah saya sampaikan kepada Bapak Presiden GW Bush.

Disertai salam dan hormat

Pdt. DR. Petrus Octavianus
(Pemberita Injil dari Indonesia). (GCM/*)

Menuju Indonesia sebagai Negara Adidaya



Pendeta DR. Petrus Octavianus:

JAKARTA - Indonesia berjaya di tahun 2005 dan Indonesia negara adidaya di tahun 2030, begitu visi yang diyakini Pendeta DR Petrus Octavianus. Keyakinannya itu diungkapkan saat diskusi untuk peluncuran bukunya berjudul “Menuju Indonesia Jaya 2005-2030 dan Indonesia Adidaya 2030-2055” di ruang pertemuan Kantor Redaksi SH, Senin (9/8).

Saat ini barangkali sulit untuk menyatakan setuju pada visi yang terdengar bombastis itu. Ekonomi Indonesia yang sedang carut-marut oleh resesi ini sepertinya tidak membuka peluang bagi pemikiran awam untuk bervisi seoptimistis itu. Namun bagi seorang pendeta berpengalaman luas dan mendunia seperti Pendeta Octavianus, serta memiliki perhitungan-perhitungan matang dalam menjabarkan visinya, kejayaan Indonesia diyakini memang tinggal menunggu waktu.
Sebagai seorang pelayan Tuhan “berkaliber” internasional, Pendeta Octavianus meyakini apa yang ia imani itu akan menjadi kenyataan. “Tuhan banyak memberikan visi kepada saya. Dan visi Tuhan itu selalu saya imani dan tidak pernah salah,” katanya.
Penjabaran tentang bagaimana Indonesia akan mencapai tahap digdaya akan dituangkannya dalam beberapa jilid buku yang akan diterbitkan segera. Buku berjudul “Menuju Indonesia Jaya 2005-2030 dan Indonesia Adidaya 2030-2055”adalah Jilid I. Pendeta Octavianus menyelesaikan buku ini hanya dalam 45 hari.
Peluncuran buku direncanakan akan dilangsungkan di Gran Melia pada Jumat (13/8). Pemilihan tanggal peluncuran ini menyambut Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus.
Pada 8 November nanti, rencananya Jilid II dari buku karya Pendeta Octavianus akan diluncurkan bertepatan dengan memperingati Hari Pahlawan.

Perjalanan Panjang
Rentang perjalanan pelayanan Pendeta Octavianus memang panjang. Dia adalah tokoh yang mendirikan Yayasan Institut Injil Indonesia pada tahun 1961 yang gedung megahnya sekarang berdiri tegak di Batu, Malang.
Saat itu pun, tak banyak orang yang percaya bahwa di tanah gersang dan hanya ada rumah berdinding gedeg tempat keluarga Octavianus tinggal dan melayani akan hadir sebuah yayasan Kristen yang memiliki cakupan pelayanan begitu luas seperti saat ini.
Sejak tahun 1968, pelayanan Pendeta Octavianus meluas hingga ke dunia internasional. Pendeta Octavianus memberitakan Injil di 76 negara baik kecil maupun besar.
Di Amerika Serikat, ia menjalin tali persahabatan dengan seorang tokoh pekabaran Injil tingkat dunia, Billy Graham. AS menjadi negara yang sangat akrab dalam kehidupan pelayanannya. Bahkan, dia termasuk segelintir orang di Indonesia yang mempunyai hotline dengan White House.
Sejak tahun 1987, Pendeta Octavianus selalu diundang menghadiri acara National Prayer Breakfast (NPB). NPB adalah suatu acara yang secara reguler diadakan pemerintah AS yang menghadirkan para tokoh politik dan rohaniawan. Sampai saat pemerintahan Presiden George W Bush pun, Pendeta Octavianus selalu diundang untuk duduk makan bersama dalam acara NPB itu.
Prediksi yang meyakini Pendeta Octavianus bahwa Indonesia pada tahun 2005 akan berjaya dan menjadi negara adidaya pada tahun 2030 memang banyak dipengaruhi oleh tulisan ahli ekonomi besar Philip Tose dan juga futurolog John Naisbitt.
Walaupun sedang dilanda krisis sejak Juni 1997, Indonesia memiliki beberapa titik balik yang membuka peluang bagi perkembangan yang lebih baik. Indonesia yang memiliki kekayaan alam terbesar nomor tiga dunia pernah diprediksi oleh Philip Tose pada tahun 1996 bahwa ada tahun 2020 Indonesia berpotensi untuk menjadi negara maju dan terkaya nomor lima di dunia, menyamai Prancis.
“Tapi perhitungan saya, karena ada resesi tahun 1997, Indonesia akan menjadi negara maju pada tahun 2030,” katanya.
Moto Bhinneka Tunggal Ika diyakininya menjadi landasan yang kuat untuk menyatukan bangsa dan sama-sama bergerak maju menuju Indonesia yang adidaya. Yang terpenting, menurutnya, bangsa ini membutuhkan seorang manusia sentral untuk mengatur dan mengendalikan roda pemerintahan.
Syarat utama memunculkan manusia sentral adalah pemilihan langsung presiden. Kemenangan yang diraih dari presiden terpilih otomatis akan menjadinya fokus perhatian setiap warga negara.
Kesentralan ini, diikuti dengan beberapa kriteria kepemimpinan, akan membawa Indonesia dalam prospek perputaran global. Dengan demikian, pembangunan ekonomi akan terjadi, politik stabil, dan kesejahteraan sosial merata. (SH/job palar)http://www.sinarharapan.co.id/berita/0408/10/nas04.html

SEJARAH NATAL


Sumber: Tak Diketahui
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Kata Christmas (Hari Natal) berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam Bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kadang-kadang kata Christmas disingkat menjadi Xmas. Tradisi ini diawali oleh Gereja Kristen terdahulu. Dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama dalam nama Kristus (Yesus). Huruf ini sering digunakan sebagai simbol suci. Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Tidak ada yang tahu tanggal berapa tepatnya hari lahir Kristus, namun kebanyakan orang Kristen memperingati Hari Natal pada tanggal 25 Desember. Pada hari itu, banyak yang pergi ke gereja untuk mengikuti perayaan keagamaan khusus. Selama masa Natal, mereka bertukar kado dan menghiasi rumah mereka dengan daun holly, mistletoe, dan pohon Natal.

SEJARAH DAN PERAYAAN NATAL DI MASA LALU

Kisah Natal berasal dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru. Menurut Lukas, seorang malaikat memunculkan diri kepada para gembala di luar kota Betlehem dan mengabari mereka tentang lahirnya Yesus. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para majus, mengikuti bintang terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.

Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 Sesudah Masehi pada kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun 300-an Masehi agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi.

Di tahun 1100 Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di Eropa, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa Reformasi, suatu gerakan keagamaan di tahun 1500-an . Gerakan ini melahirkan agama Protestan. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah.

Pada tahun 1600-an, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di Inggris dan banyak koloni Inggris di Amerika. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula. Pada tahun 1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, Santa Claus (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun 1900-an, perayaan Natal menjadi semakin
penting untuk berbagai bisnis.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

PERAYAAN KEAGAMAAN

Bagi kebanyakan orang Kristen, masa Xmas mulai pada hari Minggu yang paling dekat dengan tanggal 30 November. Hari ini adalah hari raya Santo Andreas, salah satu dari keduabelas rasul Kristus. Hari Minggu tersebut disebut hari pertama masa Adven, yaitu masa 4 minggu saat umat Kristiani mempersiapkan perayaan Natal. Kata adven berarti datang, dan mengacu pada kedatangan Yesus pada hari Natal.

Untuk merayakan masa Adven, empat buah lilin, masing-masing melambangkan hari Minggu dalam masa Adven, diletakkan dalam suatu lingkaran daun-daunan. Pada hari Minggu pertama, keluarga menyalakan satu lilin dan bersatu dalam doa. Mereka mengulangi kegiatan ini setiap hari Minggu dalam masa Adven, dengan menambahkan satu lilin lagi setiap kalinya. Sebuah lilin merah besar yang melambangkan Yesus, ditambahkan pada lingkaran daun-daunan itu pada Hari Natal.

Untuk kebanyakan umat Kristiani, masa Adven memuncak pada Misa tengah malam atau peringatan keagamaan lain pada malam sebelum Natal (Malam Natal), tanggal 24 Desember. Gereja-gereja dihiasi dengan lilin, lampu, dan daun-daunan hijau dan bunga pointsettia. Kebanyakan gereja juga mengadakan perayaan pada hari Natal. Masa Natal berakhir pada hari Epifani, tanggal 6 Januari. Untuk gereja Kristen Barat, Epifani adalah datangnya para majus di hadirat bayi Yesus. Menurut umat Kristen Timur, hari tersebut adalah perayaan pembaptisan Kristus. Epifani jatuh 12 hari setelah hari Natal.


TUKAR MENUKAR KADO

Kebiasaan untuk tukar menukar kado pada sanak-saudara dan teman-teman pada hari khusus di musim dingin kemungkinan bermula di Romawi Kuno dan Eropa Utara. Di daerah-daerah tersebut, orang-orang memberikan hadiah pada satu sama lain sebagai bagian dari perayaan akhir tahun.

Pada tahun 1100, di banyak negara-negara Eropa, Santo Nikolas menjadi lambang usaha saling memberi. Menurut legenda, Santo Nikolas membawakan hadiah-hadiah untuk anak-anak pada malam sebelum perayaannya, tanggal 6 Desember. Tokoh-tokoh yang bukan keagamaan menggantikan Santo Nikolas di berbagai negara tak lama setelah reformasi, dan tanggal 25 Desember menjadi hari untuk tukar-menukar kado. Kini di Amerika Serikat, Santa Claus membawakan hadiah untuk anak-anak.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

MALAM NATAL 24 Desember , Hari libur keagamaan dan sekuler.
Karena pada dasarnya malam Natal adalah hari raya keagamaan, hari tersebut tidak dianggap sebagai hari libur resmi. Gereja-gereja mengadakan perayaan pada malam itu. Orang-orang memperhatikan gua Natal (replika dari kandang domba tempat Yesus lahir, dengan patung-patung Yesus, Maria, Yosef, gembala-gembala dan hewan-hewan) sambil menyanyikan lagu-lagu Natal. Orang-orang dewasa minum eggnog, semacam susu telur madu, yaitu campuran krim, susu, gula, telur kocok dan brandy (semacam minuman beralkohol) atau rum.

Menurut kisahnya, pada malam Natal, Santa Claus menaiki kereta salju penuh hadiah, ditarik oleh delapan ekor rusa kutub. Santa Claus lalu terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu kepada anak-anak di seluruh dunia. Untuk mempersiapkan kunjungan Santa, anak-anak Amerika mendengarkan orangtuanya membacakan The Night Before Christmas (Malam Sebelum Natal) sebelum tidur pada Malam Natal. Puisi tersebut dikarang oleh Clement Moore di tahun 1832.

Dulu, anak-anak menggantungkan stoking atau kaus kaki besar di atas perapian. Santa turun dari cerobong asap dan meninggalkan permen dan hadiah-hadiah dalam kaus kaki itu untuk anak-anak. Kini, tradisi itu tetap diteruskan, namun kaus kakinya digantikan oleh tas kain merah berbentuk kaus kaki. Xmas juga secara tradisi merupakan saat untuk berhenti bertengkar. Hari Raya Natal (Pesta Natal) 25 Desember Hari ini merupakan hari libur keagamaan maupun sekuler. Umat Kristiani merayakan peringatan kelahiran Yesus dari Nazareth.


SEJARAH NATAL

Kata Christmas (Hari Natal) berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam Bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kisah Natal berasal dari Perjanjian Baru dari Alkitab. Seorang malaikat menampakkan diri pada para gembala dan memberitahu mereka bahwa Sang Juru Selamat telah lahir ke dalam keluarga Maria dan Yusuf di sebuah kandang domba di Betlehem. Tiga orang bijak dari Timur, yang disebut para majus, mengikuti bintang istimewa yang menuntun mereka kepada bayi Yesus, yang mereka sembah dan beri hadiah emas, kemenyan dan mur.

PERAYAAN NATAL

Karena sebetulnya Natal merupakan hari raya keagamaan, hari tersebut bukan merupakan hari libur resmi. Namun, karena kebanyakan orang Amerika Serikat adalah orang Kristen, hari itu adalah hari di saat kebanyakan bisnis tutup dan hari di mana paling banyak pekerja, termasuk karyawan pemerintah, diliburkan. Pulang ke rumah (termasuk pulang kampung) merupakan kebiasaan yang sangat dihormati. Selain dari tradisi yang sangat bersifat keagamaan, kebanyakan kebiasaan di saat Xmas juga dilakukan oleh orang-orang yang tidak relijius atau tidak memeluk agama Kristen. Biasanya, umat Kristiani merayakan Xmas menurut tradisi gereja mereka masing-masing.

Ada berbagai macam ibadah keagamaan di gereja yang dilakukan oleh keluarga-keluarga sebelum mereka keliling untuk mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman.


NATAL MENURUT TRADISI AMERIKA

Tukar menukar kado

Mengirim kartu ucapan kepada sanak-saudara dan teman-teman. Menjadi populer sejak tahun 1800-an. Lagu-lagu Natal, yang disebut carol, dinyanyikan dan didengarkan selama masa liburan. Menjadi populer sejak tahun 1800-an. Menghias rumah. Kebanyakan orang Amerika menghias pohon Natal, yaitu pohon cemara atau pohon buatan, di rumah-rumah mereka. Lampu-lampu dan lingkaran daun-daunan dari pohon empat musim, mistletoe dan ucapan Selamat Natal diletakkan di dalam dan di luar banyak rumah. Menjadi populer sejak tahun 1800-an.

Makan Malam Natal, seringkali dengan kalkun. Selain itu, banyak yang mengadakan pesta perjamuan persis sebelum dan sesudah Natal.

Santa Claus. Tokoh ini berasal dari kisah lama tentang seorang Santo Kristiani bernama Nikolas dan dari dewa Norwegia yang bernama Odin. Para imigran membawa Bapa Natal atau Santo Nikolas ke Amerika Serikat. Namanya lambat laun berubah menjadi Santa Claus, dari nama Belanda untuk Bapa Natal abad ke-empat, Sinter Claas. Sekalipun asalnya dari mitologi Norwegia sebelum ajaran Kristen, Santa Claus baru menjadi tokoh yang kita kenal sekarang di Amerika Serikat.

Orang Amerika memberikannya janggut berwarna putih, mendandaninya dengan baju merah dan menjadikannya seorang tua yang riang dengan pipi yang merah dan sinar di matanya. Santa Claus adalah tokoh mitos yang dikatakan tinggal di Kutub Utara, di mana beliau membuat mainan sepanjang tahun.

AMAL

Natal juga merupakan saat di mana orang Amerika menunjukkan kemurahan hati kepada orang-orang yang kurang beruntung. Uang dikirimkan ke rumah sakit dan panti asuhan atau dibuat dana khusus untuk membantu fakir miskin.
Christmas secara tradisi merupakan saat untuk menghentikan segala macam pertempuran dan pertikaian.

TUHAN memberkati

(Widjaja)


Selasa, 16 September 2008

SAYA BERMIMPI




By. Pares L.Wenda

Hari ini saya melihat,

Indahnya kampungku.

Indahnya Negeriku.

Indahnya Alamku,

Indahnya hutan-hutan lindungku

Negeriku masih perawan.

Makanan dan menimannya masih alami.

Aku bermimpi,

Negeri yang indah,

Alam yang indah

Menghilang tanpa jejak.

Aku bermimpi,

Dua puluh tahun kedepan.

Generasih sekarang bertanya?

Mengapa? Waktu itu kami tidak bicara!!!!

Mengatakan tidak sekarang lebih baik daripada besoak

Mimpi buruk siap menanti anda.

Oh saying negeri dan tanahku

Tanah pusaka

Tanah impian

Semoga mimpi ini tidak jadi kenyataan

Hari ini engkau melihat apa yang terjadi

Hari ini engkau bermimpi.

Mempilah yang indah.

Kata-Kata Bijak Orang Lani-Papua

Aap Ambi At Norak Mban Iniki Kongge Menggerak.

By.Ugumban Yoman


Wam mbangge logonet.

Kinik an norak nduk ngge bakwi inok ti

wam nogo nggawi lek ekwi ti aret o.

Ugumban Yoman.(Tgl, 26 Januari 2008; 09.15)

PRAMUGARI PAPUA

By.Pares L.Wenda

Betapa bahagianya hatiku,

Ketika hitam manis mengudara.

Betapa bahagianya jiwaku

Ketika sejumnya menggetarkan jiwaku.

Puluhan tahun lamanya

Aku menunggu.

Kapan dan di mana

Aku akan melihatmu.

Di awan-awan dan lagit biru

Di atas udara tanah Papua.

Seorang putrid Papua

Menjadi pramugari melayani

Masyarakatnya, rakyatnya,

Rakyat Papua Barat.

Semog memimpi ini menjadi kenjataan

Di kemudian hari.

(ditulis pada pukul 12.12 WP

waktu perjalanan ke Wamena di atas udara.

Di wilayah Mamberamo, tgl, 25 January 2008)